KONSEP BUDAYA ORGANISASI ISLAM
Abstrak
ABSTRAK
Budaya organisasi menentukan cara anggota organisasi memahami tujuan, berinteraksi, mengambil keputusan, dan mempertanggungjawabkan pekerjaan. Dalam organisasi Islam, budaya tidak cukup dibangun melalui simbol keagamaan, tetapi perlu bertumpu pada nilai yang menghubungkan profesionalisme dengan tanggung jawab moral dan spiritual. Artikel ini bertujuan merumuskan konsep budaya organisasi Islam, mengidentifikasi nilai-nilai pembentuknya, serta menjelaskan proses internalisasi nilai tersebut dalam praktik organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berupa studi kepustakaan konseptual. Literatur tentang budaya organisasi, etika kerja Islam, kepemimpinan, dan organisasi berbasis nilai ditelaah secara tematik, kemudian disintesiskan dengan prinsip-prinsip Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya organisasi Islam dapat dipahami sebagai sistem makna bersama yang menempatkan tauhid sebagai orientasi nilai dan diwujudkan melalui amanah, siddiq, fathanah, tabligh, ihsan, keadilan, ta’awun, serta profesionalisme. Nilai tersebut menjadi budaya ketika diterjemahkan ke dalam keteladanan pimpinan, kebijakan, komunikasi, sistem penghargaan, pengambilan keputusan, pelayanan, dan evaluasi kinerja. Kajian ini menawarkan kerangka konseptual tiga lapis: fondasi spiritual, nilai inti, dan praktik organisasi. Kerangka tersebut menegaskan bahwa identitas Islami organisasi harus terlihat dalam konsistensi antara nilai yang dinyatakan dan perilaku kelembagaan sehari-hari.
Referensi
Ali, A. J., & Al-Owaihan, A. (2008). Islamic work ethic: A critical review. Cross Cultural Management: An International Journal, 15(1), 5–19. https://doi.org/10.1108/13527600810848791,
Chupradit, S., Jasiyah, R., Alazzawi, F. J. I., Zaroni, A. N., Norvadewi, N., Mahmudiono, T., Sabit, S. H., Suksatan, W., & Bykanova, O. (2022). The impact of Islamic work ethics on organisational culture among Muslim staff. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 78(4), a7332. https://doi.org/10.4102/hts.v78i4.7332
Dianingrum, M., Satriawan, T. N., & Mugiarti, M. (2024). The impact of job satisfaction on employee performance and the mediating effects of Islamic work ethic, Islamic organizational culture, and Islamic leadership. Majalah Ilmiah Bijak, 21(1). https://doi.org/10.31334/bijak.v21i1.3513
Harista, R. P., & Pasrizal, H. (2026). Kerangka konseptual budaya organisasi syariah berbasis amanah untuk penguatan etika kerja pegawai yayasan keagamaan. MABIS: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah, 6(1). https://doi.org/10.31958/mabis.v6i1.16981
Heriwanto, H., & Walyoto, S. (2026). Internalisasi nilai-nilai syariah dalam budaya organisasi dan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan pada Assalaam Hypermarket. EKOMA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 5(3), 2630–2644. https://doi.org/10.56799/ekoma.v5i3.13966
Ibrahim, M., & Idris, S. (2023). Islamic work ethics in modern organizations: The mediating role of organizational culture. International Journal of Management and Administration, 1(2). https://doi.org/10.60084/ijma.v1i2.93
Kareem, O., Aliyu, O. A., & Salimon, M. G. (2025). Does the Islamic work ethic moderate the relationship between organizational culture and enterprise performance? Journal of Small Business and Enterprise Development, 32(2), 298–324. https://doi.org/10.1108/JSBED-11-2022-0480,
Schein, E. H., & Schein, P. A. (2017). Organizational culture and leadership (5th ed.). Jossey-Bass.
Syamsuarni, S., Mus, A. R., Amang, B., & Budiandriani, B. (2026). Islamic work ethics, organizational culture, and performance: The mediating role of organizational commitment. International Review of Management and Marketing, 16(5), 693–704. https://doi.org/10.32479/irmm.23796

